SUARBERITA.COM - Warga Malaysia menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Jumat (4/9). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kabut asap lintas batas yang kembali menyelimuti sejumlah Malaysia akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Aksi melibatkan aktivis Greepeace Malaysia serta kelompok mahasiswa. Para demonstran membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah Indonesia, terutama terkait keterbukaan informasi mengenai perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.
Para aktivis mendesak Indonesia membuka informasi mengenai perusahaan yang terlibat dalam kebakaran, termasuk perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Malaysia. Mereka menilai keterbukaan data diperlukan agar pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Transparency is required so responsible companies can clear their names and non-compliant ones can be held accountable,” kata perwakilan Greepeace Malaysia, Heng Kiah Chun, dikutip dari Reuters, (4/9).
Demonstran juga menyerahkan memorandum kepada perwakilan KBRI. Mereka meminta pemerintah Indonesia mengungkap lokasi kebakaran, hasil penyelidikan, serta informasi kepemilikan konsesi yang berkaitan dengan titik api.
Aksi tersebut berlangsung ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia mengalami penurunan. Di Serian, Sarawak, kondisi bahkan mencapai tingkat yang sangat berbahaya. Pemerintah Malaysia kemudian menetapkan keadaan darurat di distrik tersebut setelah indeks polusi udara menembus ambang batas.

