SUARBERITA.COM - Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang siswi SMK di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah jatuh sakit usai mengonsumsi makanan MBG.
Siswi berinisial FBP (16) tersebut sebelumnya mengalami sejumlah gejala seperti pusing, muntah, kehilangan kesadaran, kejang hingga gangguan bicara. Setelah hampir sebulan menjalani perawatan, ia disebut mengalami kehilangan ingatan dan bahkan tidak mengenali sejumlah orang di sekitarnya.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian Amnesty Internasional Indonesia. Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mendesak pemerintah menghentikan program MBG karena kasus keracunan dinilai terus berulang di berbagai daerah.
“MBG semakin tidak layak untuk diteruskan. Hentikan! Kasus hilangnya ingatan seorang siswi di Kabupaten Karo yang jatuh sakit usai menyantap MBG sangat memilukan,” kata Usman dalam keterangan resmi Amnesty, (8/9).
Amnesty juga meminta seluruh kasus keracunan MBG diusut dan korban mendapatkan perawatan serta pemulihan yang layak.
Menurut Amnesty, kasus Karo bukan kejadian tunggal. Dugaan keracunan MBG kembali dilaporkan terjadi di sejumlah daerah sehingga pemerintah didesak mengevaluasi total sistem keamanan pangan dalam program tersebut.

