SUARBERITA.COM - Prakiraan cuaca BMKG pada Dasarian I–III September 2026, curah hujan di Indonesia umumnya diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah (0–150 mm/dasarian). Curah hujan kategori rendah (<50 mm/dasarian) diprediksi dominan di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua. Pada bulan September, sebagian besar wilayah Indonesia memiliki peluang tinggi didominasi curah hujan kurang dari 50 mm/bulan, dengan kecenderungan berkurang pada Bulan Oktober hingga November 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan masih terbatasnya ketersediaan uap air di atmosfer, yang berkaitan dengan pengaruh El Nino kategori sangat kuat di Pasifik. Fenomena tersebut secara umum masih mendukung pengurangan suplai kelembapan menuju wilayah Indonesia, sehingga kondisi kering masih berpotensi berlanjut.
Meskipun demikian, pada periode 8–14 September 2026, peluang hujan di Indonesia diperkirakan masih cukup bervariasi. Walaupun musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat, serta wilayah Papua. Peningkatan peluang hujan tersebut dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer, di antaranya aktivitas spasial MJO yang diperkirakan aktif di Aceh dan Sumatera Utara, serta Gelombang Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Selain itu, pola perlambatan dan belokan angin diperkirakan terbentuk di Sumatera Utara hingga Riau, Kalimantan Barat bagian utara, Sulawesi Barat, serta Papua bagian barat hingga utara. Dengan dukungan fenomena cuaca lokal, seperti pemanasan permukaan, topografi, dan ketersediaan uap air, hujan signifikan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah. Meskipun demikian, sebaran hujan diperkirakan tidak merata dan dapat berbeda antar wilayah, sehingga potensi hujan lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai meskipun kondisi kering masih mendominasi atmosfer secara umum.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 8 – 10 September 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
• Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Aceh dan Sumatra Utara.
• Angin Kencang: Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Periode 11 – 14 September 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
• Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Nihil
• Angin Kencang: Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Imbauan
Meskipun musim kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Oleh karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.

