SUARBERITA.COM - Selama puluhan tahun, pemandangan kita tentang alam semesta dipandu oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble dan baru-baru ini, James Webb (JWST). Namun, babak baru dalam eksplorasi Antariksa resmi dimulai. NASA resmi meluncurkan misi flagship terbarunya: Nancy Grace Roman Space Telescope.
Nama teleskop ini diambil dari sosok Nancy Grace Roman astronom wanita pertama di NASA yang dijuluki “ibu dari Teleskop Hubble”. Misi ini dirancang untuk menjawab salah satu pertanyaan terbesar manusia: Bagaimana alam semesta bekerja, dan apakah kita benar-benar sendirian di kosmologi ini?
Sudut Pandang Super Wide: “Kamera Wide-Angle” Alam Semesta
Apa yang membuat Roman berbeda dari para pendahulunya?
Penglihatan Seluas Samudra: Jika James Webb bekerja seperti lensa zoom yang fokus pada objek redup di kedalaman ruang angkasa, maka Roman adalah lensa wide-angle super canggih.
100 Kali Lebih Luas: Roman memiliki ketajaman gambar yang setara dengan Hubble, namun area pandangnya 100 kali lebih luar dalam sekali jepretan.
Kecepatan Pemetaan: Apa yang butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk dipetakan oleh Hubble dapat diselesaikan oleh Roman hanya dalam hitungan bulan.
Tiga Misi Utama Teleskop Roman
Membongkar Misteri Dark Energy & Dark Matter: Dark Matter merupakan jenis materi tak kasat mata yang berfungsi seperti “perekat komik”, sedangkan Dark Energy merupakan kekuatan misterius sebaliknya, yaitu yang bertindak seperti “rem pendorong” yang membuat alam semesta mengembang semakin cepat. Sekitar 95% alam semesta terdiri dari Dark Energy dan Dark Matter yang tak kasat mata. Roman akan memetakan miliaran galaksi untuk memahami mengapa alam semesta mengembangkan semakin cepat.
Berburu Eksoplanet (Planet Luar Surya): Menggunakan teknik gravitational microlensing, Roman diproyeksikan akan menemukan puluhan ribu hingga ratusan ribu planet baru di luar tata surya kita.
Teknologi Cronograph Baru: Roman membawa instrumen canggih yang mampu “menutupi” cahaya bintang induk agar kita bisa memotret planet-planet di sekitarnya secara langsung.
Jadwal & Tahapan Operasional
Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman meluncurkan menggunakan roket SpaceX Flacon Heavy. Namun, teleskop ini tidak langsung beroperasi seketika. Ada beberapa tahapan kunci hingga Roman siap melakukan pengamatan penuh:
Perjalanan Menuju Orbit L2: Roman menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 bulan (100 hari) menuju Lagrange Point 2 (L2), sebuah titik orbit stabil berjarak 1,5 juta kilometer dari Bumi.
Fase Kalibrasi & Uji Coba: Selama perjalanan hingga tiba di L2, tim teknisi NASA melakukan kalibrasi instrumen, penyelarasan cermin, serta uji coba awal pada kamera Wide Field Instrument (300 megapiksel) dan sistem Coronagraph.
Rilis Foto Pertama: NASA menargetkan untuk mempublikasikan hasil tangkapan gambar resmi pertama dari Teleskop Roman kepada publik pada awal tahun 2027.
Masa Operasi Utama: Misi utama Roman dirancang berlangsung selama 5 tahun, dengan potensi perpanjangan hingga 10 tahun atau lebih bergantung pada cadangan bahan bakar.
Mengapa Ini Penting Bagi Kita
Kehadiran Roman bukan sekadar proyek sains Amerika Serikat, melainkan pintu gerbang pengetahuan global. Seluruh data dari Teleskop Roman akan terbuka untuk publik dan komunitas ilmiah internasional melalui sistem berbasis cloud. Para astronom dan ilmuwan muda, termasuk dari Indonesia, dapat memanfaatkan data ini untuk melakukan riset penemuan planet baru maupun pemetaan galaksi
Gambar: Website Resmi NASA.

