SUARBERITA.COM - Setelah lebih dari sebulan menanti, hujan akhirnya mengguyur sejumlah wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026) sore.
Hujan yang turun cukup deras itu menjadi momen yang begitu dinantikan warga setelah Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat sebelumnya diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sejumlah kawasan, hujan memang hanya berlangsung singkat. Namun, guyuran air tersebut cukup untuk membasahi jalan dan tanah yang lama kering sekaligus membuat udara terasa lebih segar.
Kedatangan hujan juga membawa secercah harapan bagi masyarakat yang selama beberapa waktu harus beraktivitas di tengah kepungan asap. Warga berharap hujan tidak hanya turun sekali, tetapi berlanjut sehingga dapat membantu menekan dampak karhutla dan mengurangi kabut asap.
Salah seorang warga Pontianak, Ario, menyambut turunnya hujan dengan lega. Ia menyebut hujan tersebut sebagai sesuatu yang sudah lama dinantikan.
“Yang ditunggu tiba,” ujar Ario, seperti dikutip ANTARA.
Hujan turun di antaranya di kawasan Jalan Rajawali, Pontianak Kota, serta Kota Baru, Pontianak Selatan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap datangnya hujan menjadi pertanda musim penghujan mulai tiba.
Sebelumnya, upaya mendatangkan hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan pemerintah. Namun, pelaksanaannya sempat menghadapi kendala karena belum tersedianya bibit awan yang mendukung pembentukan hujan.
Pada Jumat, hujan akhirnya terpantau turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
Meski demikian, turunnya hujan belum berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir. Pemerintah tetap melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pemadaman di lapangan dan pembasahan lahan gambut.
Bagi warga Pontianak, hujan sore itu setidaknya menghadirkan satu hal yang sudah lama hilang,rasa lega setelah berhari-hari menghirup udara yang dipenuhi asap.

