SUARBERITA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan skema restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh, dengan tenor 80 tahun, sehingga cicilan tahunan lebih terjangkau bagi pemerintah Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan skema baru pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Menurutnya, kewajiban operator akan dialihkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA), sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. “Tanggal 15 Insya Allah mudah-mudahan kita bisa serah terimakan dari Danantara ke kami. Ada dua kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA, atau mungkin satu juga,” jelasnya. Dilansir dari Tirto.ID Jumat (11/9/2026).
Purbaya menegaskan bahwa cicilan utang relatif dapat dikelola karena telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun. Dengan skema ini, cicilan tahunan sekitar Rp1 triliun, jumlah yang dianggap masih mampu ditanggung pemerintah. “Jadi total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Selain membahas utang, Purbaya juga mengungkap rencana ekspansi jalur kereta cepat hingga Jawa Timur. Ia menyebut komunikasi awal dengan pemerintah Cina sudah dilakukan, dan pihak Cina menunjukkan ketertarikan. “Kita sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Cina dan pihak berwenang di sana, sepertinya mereka tertarik,” katanya.

