Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Keluarga Menanti Kepastian, Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda Diperluas

Abd Munib10 September 202610.45 WIB
Keluarga Menanti Kepastian, Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda Diperluas

SUARBERITA.COM - Keluarga delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih menanti kepastian di tengah pencarian yang memasuki hari ketiga. Harapan untuk menemukan anggota keluarga mereka terus bergantung pada upaya Tim SAR gabungan yang memperluas wilayah operasi.

Pencarian H+3 dilakukan dengan cakupan lebih luas. Tim SAR mengerahkan tambahan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Sektor pencarian kini mencakup wilayah utara Pulau Sangiang, perairan Lampung, hingga sisi timur Selat Sunda.

Perluasan tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kapal penyelamat bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada pukul 07.30 WIB. Kondisi perairan pada pagi hari yang relatif lebih landai dimanfaatkan untuk mendukung proses pencarian.

Selain memperluas wilayah, Tim SAR juga mengubah pola penyisiran. Pergerakan dilakukan secara zig-zag di setiap sektor, berbeda dengan penyisiran biasa yang diterapkan pada hari sebelumnya. Komandan KAL Anyer I.3.64, Kapten Laut (P) Edi Dwi Widada, mengatakan perubahan pola tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemantauan.

"Untuk H+3 ini, metode dan polanya tetap pembagian sektor. Namun, untuk unsur-unsur sendiri kita melakukan perjalanan dengan zig-zag. Kalau kemarin cuma menyisir saja, sekarang mulai zig-zag," ungkap Edi di Pelabuhan Ciwandan dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis (10/9/2026).

Delapan orang tersebut merupakan satu rombongan yang berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Lima orang merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal sebagai pewarta lepas.

Tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Di tengah perluasan pencarian tersebut, keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka. Setiap perkembangan operasi menjadi harapan bagi keluarga untuk memperoleh kepastian setelah tiga hari tanpa kontak.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!