SUARBERITA.COM - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ikut terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat melakukan perjalanan pulang dari Malaysia menuju Solo, Jawa Tengah.
Jokowi sebelumnya berada di Penang, Malaysia, untuk menghadiri Penang Peace Dialogue 2026 pada 5–6 September. Forum bertema “Bridging Civilisations in a Multipolar World” tersebut membahas berbagai persoalan perdamaian dan tantangan dunia di tengah perubahan tatanan global.
Usai menghadiri forum tersebut, Jokowi dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui rute Penang-Kuala Lumpur-Jakarta, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Solo.
Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Rombongan Jokowi kemudian memutuskan untuk mengganti penerbangan dan tidak melanjutkan perjalanan melalui Jakarta.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengatakan dari Kuala Lumpur, Jokowi kemudian terbang menuju Surabaya. Dari Bandara Juanda, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Solo.
“Harusnya kan penerbangannya dari Penang itu kita ke Jakarta. Jakarta itu ke Solo. Nah, pas kita tahu ada gunung erupsi itu, pas hari itu juga kita memutuskan untuk ganti pesawat,” kata Syarif, dikutip dari detik Senin (7/9/2026).
Perubahan rute tersebut membuat perjalanan Jokowi mengalami keterlambatan. Ia yang seharusnya sudah tiba di Solo pada Minggu (6/9) sore, baru sampai di kediamannya sekitar pukul 01.00 WIB.
Jokowi sendiri membenarkan bahwa dirinya mengalami delay dalam perjalanan pulang tersebut.
“Iya (delay pesawat). Jam 01.00, turun di Surabaya, harusnya sore,” ujar Jokowi.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya memang berdampak signifikan terhadap penerbangan. Sejumlah bandara sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik, termasuk Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi bagian dari rute awal kepulangan Jokowi. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap keselamatan penerbangan.
Dengan kondisi tersebut, perjalanan Jokowi menjadi salah satu contoh bagaimana sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat.
