Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Industri Properti Jadi Peluang Perluas Pasar Ekonomi Kreatif Perempuan Desa

Ulfa Safira9 September 202617.10 WIB
Industri Properti Jadi Peluang Perluas Pasar Ekonomi Kreatif Perempuan Desa

SUARBERITA.COM - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kabekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong terbukanya akses pasar bagi perempuan desa melalui kerja sama dengan sektor properti.

Menurut Riefky, jaringan industri properti dan perbankan dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran karya pelaku ekonomi kreatif di daerah, termasuk perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa.

“Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (8/9), dikutip dari Antara

Ia menyebut arsitektur, desain, dan kriya menjadi subsektor yang memiliki peluang besar masuk ke industri properti. Produk dari desa pun dinilai tidak hanya dapat dijual sebagai komoditas, tetapi juga dimanfaatkan dalam pengembangan proyek maupun kawasan properti.

Riefky mengatakan peluang tersebut perlu didukung dengan pendampingan, seperti pengembangan produk, perbaikan kemasan, sertifikasi halal, publikasi karya, serta pemanfaatan platform digital.

“Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Ia juga mendorong adanya forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sektor perbankan. Menurutnya, forum tersebut dapat membuka akses pembiayaan sekaligus membantu pelaku kreatif mengembangkan kekayaan intelektual yang dimiliki.

CEO Journalist Media Network (JMN) sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank Indra Utama menilai kolaborasi ekonomi kreatif dan industri properti memiliki potensi besar.

“Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti,” ujarnya.

Sebelumnya, Riefky menerima penghargaan “The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy” dalam 20th Annual Indonesia Property&Bank Award (IPBA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!