SUARBERITA.COM -Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap delapan orang yang hilang setelah kapal yang membawa rombongan jurnalis kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Operasi pencarian memasuki hari kelima dan dilakukan melalui jalur laut serta udara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan area pencarian dibagi menjadi sejumlah sektor untuk memaksimalkan penyisiran.
"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Sabtu (12/9), dikutip dari Antara
Pencarian laut mencakup enam sektor dengan total area sekitar 2.537 nautical mile persegi. Sementara pencarian udara melalui Sektor H mencakup sekitar 2.063 nautical mile persegi. Tim SAR mengerahkan sejumlah kapal, satu helikopter, serta dua drone thermal.
"Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi dan setiap informasi yang berpotensi memberikan petunjuk akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis. Cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 2,5 meter.
Rombongan jurnalis diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.
Delapan orang yang masih dicari terdiri dari lima jurnalis, yakni Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Tiga lainnya merupakan nakhoda, ABK, dan pemandu kapal.

