SUARBERITA.COM - Harga minyak dunia kembali melonjak dan berpotensi memberikan tekanan terhadap harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax. Kondisi ini terjadi ketika harga minyak mentah global masih berada di atas US$100 per barel.
Pada Jumat (11/9/2026), harga minyak Brent sempat menyentuh sekitar US$109,97 per barel sebelum terkoreksi ke kisaran US$105,90 per barel. Secara mingguan, harga Brent masih mencatat kenaikan sekitar 10 persen.
Kenaikan harga minyak tersebut dipengaruhi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menganggu pasokan dan distribusi minyak dunia. Jika kondisi tersebut berlanjut, harga BBM non-subsidi di Indonesia ikut menghadapi tekanan.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, tingginya harga minyak dunia dapat membuat harga Pertamax berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter.
“Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar antara di angka Rp18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” ujar Eko dalam keterangannya yang dikutip detikFinance, (11/9).
Meski demikian, kisaran tersebut merupakan gambaran apabila harga minyak dunia masih bertahan tinggi. Harga Pertamax saat ini berada di level tersebut.

