SUARBERITA.COM - Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, memulai hari pertama berkantor di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia langsung mengumumkan penunjukan KH Gudfan Arif (Gus Gudfan) sebagai Bendahara Umum PBNU.
KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi memulai aktivitas perdana sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Dalam penampilan publik pertamanya setelah Muktamar ke-35 NU, ia mengumumkan penunjukan KH Gudfan Arif atau Gus Gudfan sebagai Bendahara Umum PBNU.
“Saya dengan Gus Gudfan ini sudah saya hubungi untuk menjadi Bendum yang selanjutnya. Kalau yang lain-lain, kita masih banyak yang harus kita lakukan,” ujar Gus Kikin. Dikutip dari Times Indonesia, Sabtu (05/09/2026).
Ia mengakui struktur kepengurusan PBNU masih kosong dan belum melakukan kontak masif dengan figur-figur calon pengurus. Gus Kikin menekankan pentingnya tradisi istikharah NU sebagai landasan dalam memilih orang-orang yang tepat. “Tradisi NU itu istikharah. Jadi, itu yang kita lakukan supaya kita mendapatkan petunjuk siapa-siapa yang cocok, siapa-siapa yang nanti ke depan memberikan manfaat dan maslahah,” jelasnya.
Selain urusan internal, hari pertama Gus Kikin juga ditandai dengan pertemuan bersama jajaran direksi Bank Syariah Indonesia (BSI). Pertemuan itu menghasilkan kesepahaman awal untuk membangun kerja sama strategis antara PBNU dan BSI. “Alhamdulillah, kita sudah ada kesepakatan dan kesepahaman untuk membangun sinergi. Mudah-mudahan juga bisa segera terealisir,” pungkasnya.
Hari pertama bekerja, Gus Kikin di PBNU menandai langkah awal penyusunan kepengurusan sekaligus sinergi ekonomi, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat khidmah dan pemberdayaan umat di masa mendatang.

