Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Bandar Lampung Rasakan Hujan Abu

Ulfa Safira6 September 202608.01 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Bandar Lampung Rasakan Hujan Abu

SUARBERITA.COM - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terjadi sejak Sabtu (5/9) dini hari hingga siang WIB. Abu vulkanik akibat erupsi dilaporkan terbawa angin hingga sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.

Warga Bandar Lampung mulai merasakan hujan abu pada Sabtu malam. Dinda, warga Sukarame, mengatakan debu mulai terasa setelah magrib dan bahkan masuk hingga ke dalam rumah.

"Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya," ujar Dinda, dikutip dari CNN Indonesia

Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai wilayah Kemiling, Bandar Lampung, dan Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata saat abu vulkanik turun.

"Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar. Ini untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata," ujar Suwarno, Sabtu siang.

Menurutnya, arah sebaran abu bergantung pada kondisi angin. Masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari petugas.

"Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Kolom erupsi tidak terlihat karena gunung tertutup kabut. Kegempaan tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.

Suara gemuruh dan dentuman dari arah gunung juga masih terdengar dengan intensitas lemah hingga sedang.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

"Jangan mendekat. Untuk kawasan Gunung Anak Krakatau tetap ada rekomendasi tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegasnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!