Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Dinkes Kulon Progo Selidiki Dugaan Keracunan Makanan di TK Wates

Moh Wasil Haqqullah12 September 202614.00 WIB
Dinkes Kulon Progo Selidiki Dugaan Keracunan Makanan di TK Wates

SUARBERITA.COM - Puluhan siswa dan guru di Kulon Progo mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi makanan di sekolah. Dinas Kesehatan segera menindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam terkait dugaan keracunan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, DIY, tengah menyelidiki dugaan kejadian luar biasa keracunan makanan di TKIT Ibnu Masud, Kalurahan Wates. Kepala Dinkes, Susilaningsih, menyebut kasus ini mulai terpantau sejak 3 September 2026. Puluhan siswa dan pengajar mengalami gejala sakit dengan tingkat keparahan berbeda. “Ini terkait dugaan KLB keracunan makanan di wilayah Puskesmas Wates,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan penyaluran bantuan gizi. Dikutip dari Kompas, Jumat (11/9/2026).

Puskesmas Wates menerima laporan dari pihak sekolah mengenai siswa yang sakit setelah mengonsumsi makanan. Tim gabungan terdiri dari petugas puskesmas, sanitarian, tenaga laboratorium, dan mahasiswa segera dibentuk untuk menelusuri sumber makanan. Mereka mendatangi sekolah, dapur katering yayasan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Triharjo III. Sampel makanan dari katering tidak tersedia, namun sampel dari SPPG masih tersimpan.

Dari wawancara dengan kepala sekolah, tercatat 27 anak tidak masuk karena sakit, sementara tiga anak sudah sembuh. Tim juga mengambil sampel makanan, feses siswa, dan air untuk pemeriksaan laboratorium. SPPG Triharjo III diketahui melayani 15 sekolah dengan lebih dari 1.200 penerima manfaat, termasuk siswa, guru, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa risiko tertinggi kejadian sakit dialami oleh mereka yang mengonsumsi bakso tusuk serta sop kembang kol yang disiapkan oleh katering sekolah. Dengan kata lain, kedua jenis makanan tersebut diduga paling kuat menjadi sumber penyebab keracunan berdasarkan temuan awal tim kesehatan.

Hingga 5 September, tercatat 91 orang mengalami sakit setelah makan di sekolah. Mereka menunjukkan gejala berupa mual, muntah, dan tubuh terasa lemas. Data ini menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Kulon Progo untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan sumber makanan yang diduga menyebabkan keracunan serta mencegah kasus serupa akan terjadi di kemudian hari.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!