Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Cinta, Bangga, & Paham Rupiah

Maindarto Sukowati5 September 202608.00 WIB
Cinta, Bangga,  & Paham Rupiah

SUARBERITA.COM - Coba di ingat kapan terakhir kali kita bertransaksi menggunakan uang rupiah secara fisik. Dulu kita senang mengoleksi uang kertas yang halus dan kita hafal warna dan gambarnya, di era ekonomi dan keuangan digital saat ini, mungkin kita lebih sering menggunakan nontunai (cashless) dari pada transaksi tunai. Sehingga muncul jargon dompet boleh ketinggalan yang penting smartphone jangan.

Perkembangan ekonomi dan keuangan digital seperti maraknya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dompet digital, mobile banking, hingga wacana Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Rupiah Digital mengubah secara mendasar cara masyarakat berinteraksi dengan uang.

Semua aplikasi transaksi baik proses transfer dana, pembukaan rekening hingga Investasi itu tersedia dalam smartphone dan sudah terintegrasi. Baik yang disediakan oleh pihak bank seperti livin atau wondr maupun oleh perusahaan fintech (financial technology) seperti OVO atau Dana.

Dalam lanskap ini, literasi Rupiah tidak lagi sekadar paham fisik uang (seperti jargon "Dilihat, Diraba, Diterawang"), melainkan meluas menjadi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di era nontunai (cashless).

Generasi muda memegang peranan kunci sebagai agen perubahan (agent of change) untuk menjaga kedaulatan, stabilitas, dan martabat mata uang Rupiah di tanah air sendiri.

Di era digital dan globalisasi yang serba melintasi batas, wujud "Cinta Rupiah" bagi generasi muda tidak lagi sekadar menabung secara konvensional, melainkan mencakup aksi nyata yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Memahami bahwa Rupiah baik berbentuk fisik maupun digital adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia. Prinsip ini membentengi masyarakat dari penggunaan mata uang asing atau koin kripto yang tidak sah untuk transaksi domestik.

Menggunakan Rupiah untuk menggerakkan roda ekonomi nasional dengan bangga mengonsumsi produk UMKM lokal. Transaksi menggunakan Rupiah domestik secara langsung memperkuat daya tahan ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Mengamalkan "Cinta, Bangga, Paham Rupiah" di Dunia Digital: Memahami bahwa setiap Rupiah yang ditransaksikan atau diinvestasikan secara bijak di platform lokal adalah bentuk nyata kontribusi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!