Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Bulog Siapkan 110 Ribu Ton Beras untuk Jaga Stabilitas Harga

Ulfa Safira6 September 202609.00 WIB
Bulog Siapkan 110 Ribu Ton Beras untuk Jaga Stabilitas Harga

SUARBERITA.COM - Perum Bulog menyiapkan sekitar 110 ribu ton beras untuk disalurkan ke pasar dan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia selama satu bulan. Penyaluran ini dilakukan sebagai langkah menjaga pasokan dan mengendalikan harga beras di tengah kenaikan sejumlah komoditas.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, total pasokan tersebut terdiri dari 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium.

“Disepakati teman-teman ritel modern menyerap 110.000 ton. Nah, dari 110.000 ton tersebut 75.000 ton untuk beras premium dan 35.000 ton untuk beras medium,” ujar Rizal usai melakukan sidak pasar di Jakarta, Sabtu (5/9), dikutip dari Antara

Beras tersebut akan disalurkan melalui pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern.

“Tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET," ujar dia.

Dalam sidak pasar di Jakarta, Bulog menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya daging dan cabai. Harga beras premium juga terpantau mengalami kenaikan meski dinilai masih terbatas.

Di Pasar Rawamangun, harga beras premium jenis Pandan Wangi berada di kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan HET beras premium Zona I sebesar Rp14.900 per kilogram.

“Harganya tadi diperkirakan, dilihat harganya adalah sekitar Rp15.000 sampai dengan Rp16.000. Dan ini tidak terlalu jauh dengan range harga HET yaitu Rp14.900,” ungkap dia.

Zona I meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Di wilayah tersebut, HET beras medium ditetapkan Rp13.500 per kg, sedangkan beras SPHP sebesar Rp12.500 per kg.

Sementara itu, data Bapanas per 31 Agustus 2026 mencatat rata-rata harga beras premium secara nasional mencapai Rp16.084 per kg dan beras medium Rp13.626 per kg.

Dari sisi ketersediaan, Bulog hingga 2 September 2026 telah menyerap sekitar 3,7 juta ton beras dari target 4 juta ton sepanjang tahun ini. Stok beras di gudang Bulog dan gudang mitra tercatat sekitar 5,4 juta ton.

Rizal mengatakan operasi pasar akan terus dilakukan selama harga beras masih mengalami kenaikan. Bulog juga akan menambah pasokan beras premium dan medium melalui pasar SP2KP serta jaringan ritel modern.

“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik, kami lakukan operasi pasar. Sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu,” ujarnya

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!