SUARBERITA.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan pentingnya dukungan anggaran besar untuk menjalankan fungsi pengawasan. Tambahan Rp509 miliar yang diterima akan difokuskan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski kebutuhan ideal masih jauh lebih tinggi.
BPOM mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk memperkuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Dari jumlah itu, Rp509 miliar telah disetujui dan akan digunakan khusus untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran lembaga berdasarkan tupoksi mencapai Rp4,7 triliun. Angka tersebut menjadi dasar pengajuan tambahan anggaran saat rapat bersama Komisi IX DPR pada Rabu (2/9/2026).
“Kita bersyukur, Badan POM mendapat tambahan anggaran dari total yang kita minta yaitu Rp509 miliar. Namun, berdasarkan tupoksi kami, seharusnya membutuhkan tambahan Rp2,4 triliun,” ujar Taruna usai rapat. Dikutip dari Inews, Kamis (03/09/2026).
Ia menambahkan, usulan Rp2,4 triliun masih akan diperjuangkan hingga proses penetapan anggaran definitif. Taruna berharap kebutuhan BPOM dapat kembali ditingkatkan dalam pembahasan anggaran sekitar satu bulan ke depan. “Kami sebetulnya menginginkan total anggaran BPOM itu Rp4,7 triliun. Itu sangat rasional, tapi belum menjadi kenyataan. Itu usulan kami,” tegasnya.
Tambahan anggaran ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan MBG, terutama setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan pada sejumlah siswa di Nganjuk.
Dengan tambahan Rp509 miliar, BPOM berkomitmen meningkatkan pengawasan MBG, sembari terus memperjuangkan kebutuhan anggaran ideal Rp4,7 triliun demi keamanan pangan nasional.

