SUARBERITA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan sejumlah 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah berstatus Awas kekeringan pada 1-10 September 2026. Status tersebut berdasarkan prediksi curah hujan yang kurang dari 20 milimeter per dasarian.
Dilansir dari Kantor Berita Nasional Antara, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Goeroeh Tjiptanto dalam keterangan pers di Purwokerto pada Kamis (3/9) mengatakan, “Pemerintah daerah di Jawa Tengah dan masyarakat setempat perlu meningkatkan kewaspadaan terkait potensi dampak kekeringan.”
Lebih lanjut, Goeroeh menjelaskan bahwa kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berstatus Awas kekeringan berpotensi mengalami kondisi paling kritis yaitu musim kemarau panjang atau tidak turun hujan selama minimal 61 hari berturut-turut.
“Mengacu pemantauan BMKG, wilayah berstatus Awas meliputi Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Kudus, dan Demak,” ujar Goeroeh.
Sementara itu, kondisi kekeringan dapat menyebabkan sumber air mengering yang berpotensi pada kekeringan ekstrim sehingga kebutuhan dasar menjadi terancam. Dengan demikian, BMKG mengimbau masyarakat setempat untuk menghemat air selama wilayah mereka berada dalam status Awas kekeringan.

