SUARBERITA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 172 dapur SPPG, menyusul kasus keracunan makanan, guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengevaluasi total 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai respons atas kasus keracunan makanan baru-baru ini. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penyiapan makanan.
Melansir dari Antara pada Jumat (11/9/2026) Wakil Kepala BGN, Trenggono, menegaskan bahwa sejak kepemimpinan baru, pihaknya berkomitmen memperbaiki tata kelola dapur MBG. “Namun ada satu-dua yang tidak sesuai SOP, ini yang harus kami evaluasi terus,” ujarnya. Ia menambahkan, dapur yang tidak layak akan dihentikan sementara, bahkan permanen jika terbukti tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti evaluasi dengan pemeriksaan langsung ke seluruh dapur SPPG. “Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Minggu depan kami akan datang langsung untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur melayani penerima manfaat,” katanya.
Risma menekankan pemeriksaan tidak hanya pada kondisi fisik dapur, tetapi juga kapasitas pelayanan. “Misalnya dapur kecil melayani hingga 3.000 penerima manfaat, itu harus dievaluasi,” jelasnya. Hasil pemeriksaan akan menjadi rekomendasi kepada BGN terkait kelayakan dan perbaikan yang diperlukan.

