SUARBERITA.COM - Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai berdampak pada aktivitas pemerintahan dan pendidikan. Pemerintah Kota Makassar menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 14-15 September 2026.
Kebijakan ini menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Aktivitas pelayanan publik tetap berjalan dengan pengaturan tertentu agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.
Sebelumnya, Pemkot Makassar juga telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa jenjang TK, SD, dan SMP mulai 12 hingga 19 September 2026.
“Pembelajaran tetap berjalan dari rumah secara daring/online, sebagai langkah sementara merespons kondisi keterbatasan BBM yang berdampak pada mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali murid,” tutur Pemkot Makassar, dikutip Detik, (12/9).
Kondisi ini menunjukkan antrean BBM tak hanya memengaruhi pengendara, tetapi mulai berimbas pada aktivitas harian warga. Pemerintah kini perlu memastikan distribusi BBM kembali normal agar kegiatan pemerintah dan pendidikan dapat berjalan seperti biasa.

