SUARBERITA.COM - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga penerbangan tetap berjalan di tengah gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya dengan menyiapkan bandara lain sebagai tempat pendaratan bagi pesawat yang tidak dapat menuju Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyiapkan skema pengalihan tersebut.
“Solusinya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan berupaya menyiapkan sejumlah bandara yang bisa diperuntukkan sebagai peralihan untuk pesawat-pesawat yang seharusnya landing di Jakarta,” kata AHY, dikutip dari Inilah.com.
Empat bandara yang menjadi opsi upaya pemerintah mengurangi dampak penutupan sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Pesawat yang tidak memungkinkan melanjutkan penerbangan ke Jakarta dapat diarahkan menuju bandara alternatif sesuai kondisi dan kebutuhan operasional.
Gangguan tersebut terjadi setelah abu vulkanik hasil aktivitas Anak Krakatau bergerak menuju wilayah tertentu dan memengaruhi kondisi ruang udara. Situasi ini membuat otoritas penerbangan harus mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum memberikan izin bagi pesawat untuk mendarat maupun lepas landas.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan normalisasi operasional bandara yang terdampak.

