SUARBERITA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata ulang jaringan kabel semrawut sepanjang 6.500 km dengan memindahkannya ke bawah tanah. Program ini ditargetkan rampung dalam lima tahun dan diyakini akan mengubah wajah ibu kota secara signifikan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa penataan kabel utilitas sepanjang 6.500 km akan dilakukan dengan memindahkan seluruh jaringan ke bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun. Menurutnya, langkah ini akan membuat wajah Jakarta jauh lebih tertata. “Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” ujar Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip dari iNews Jumat (11/9/2026).
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang penataan sarana jaringan utilitas terpadu. Tahap awal penataan difokuskan pada kabel komunikasi, sementara kabel listrik masih membutuhkan persiapan lebih panjang. “Memang yang sekarang ini yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” tambahnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperindah tata kota, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga Jakarta dengan mengurangi risiko kebakaran serta gangguan akibat kabel semrawut.

