SUARBERITA.COM - Enam gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami aktivitas erupsi dalam waktu yang berdekatan pada akhir Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah yang berada dalam jalur gunung api aktif di Indonesia.
Fenomena tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah erupsi yang berlangsung hampir bersamaan itu saling berkaitan?
Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung api dipantau melalui pengamatan visual dan instrumental, termasuk kegempaan, deformasi, serta perubahan aktivitas vulkanik.
PVMBG mencatat, pada 31 Agustus 2026 terjadi erupsi Gunung Sinabung dengan kolom erupsi sekitar 3.500 meter di atas puncak. Pada hari yang sama, status aktivitas Sinabung dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
Aktivitas gunung api yang muncul dalam waktu berdekatan tidak serta-merta menunjukkan adanya satu sumber pemicu yang sama. Setiap gunung memiliki sistem vulkanik dan kondisi internal yang berbeda sehinga aktivitasnya harus dianalisis berdasarkan data pemantauan masing-masing gunung.
Hal tersebut juga menjadi alasan PVMBG melakukan pemantauan secara terus-menerus. Perubahan aktivitas, sekecil apa pun, akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tingkat aktivitas serta rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.
Indonesia sendiri berada di kawasan Ring Of Fire sehingga dengan atau Cincin Api Pasifik yang membuat Indonesia berdiri diatas banyak gunung api aktif. Karena itu, muncul aktivitas erupsi pada beberapa gunung dalam periode yang berdekatan merupakan kondisi yang harus dipantau berdasarkan karakter masing-masing gunung, bukan langsung dianggap sebagai satu rangkaian erupsi yang saling memicu.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

